Cara Menggadaikan Emas Perhiasan di Pegadaian Syariah

"Jendela dunia |
Kondisi keuangan kadangkala tidak selalu berjalan mulus. Ada suatu waktu pemasukan dan pengeluaran tidak berjalan seimbang. Akibatnya , dana yang tersimpan ikut terguras bahkan harus dicarikan solusi lain supaya mampu menutupi pengeluaran tersebut. Pada kondisi ini seringkali kita berfikir untuk menjual saja benda-benda berharga yang dimiliki. Seperti emas tambahan yang biasa melekat di tubuh atau pada anggota keluarga.

Tapi , tahukah Anda menjual emas perhiasan yang dimiliki bukan satu-satunya solusi untuk menerima dana segar secara instant. Apalagi , jikalau emas tambahan tersebut memiliki nilai history bagi pemiliknya. Tentu menjualnya akan terasa lebih berat. Solusi lain yang mampu ditempuh yaitu dengan menggadaikan emas tersebut tanpa harus kehilangan selamanya , alasannya yaitu Anda mampu menebusnya suatu waktu.

Penulis bagikan sedikit pengalaman bagaimana menggadaikan emas tambahan supaya mampu menerima dana tunai secara cepat. Ceritanya penulis membutuhkan dana sebesar Rp 7 juta untuk tambahan pembelian sebidang tanah. Dana yang ada tidak mencukupi. Sehingga harus dicarikan dana tambahan supaya mampu menutupi biaya pembelian tanah tersebut.

Akhirnya penulis putuskan untuk menggadaikan emas tambahan yang ada. Totalnya sekitar 17 gram atau 5 mayam emas. Tujuan penulis yaitu Pegadaian Syariah yang berada tidak jauh dari lokasi penulis tinggal. Awalnya tidak begitu direncana. Penulis menduga itu Pegadaian konvensional. Tapi , begitu masuk ternyata itu merupakan Pegadaian Syariah.

Prosesnya terbilang cepat. Anda hanya perlu menawarkan emas tambahan yang akan digadaikan serta kartu identitas (KTP atau SIM). Selanjutnya petugas Pegadaian akan menakar berapa dana pinjaman yang mampu dicairkan dari tambahan yang digadaikan tersebut. Penulis sendiri ditawarkan untuk pencairan dana maksimal atau lebih rendah. Penulis mengambil dana pinjaman maksimal alasannya yaitu kebutuhan keuangannya cukup lumayan. Setelah dihitung ternyata diperoleh angka Rp 7 ,5 juta dari harga taksir emas (marhun) yang digadai sekitar Rp 8 juta. Alhamdulillah , cair juga.

Di Pegadaian Syariah , dana yang mampu dicairkan (marhun bih) maksimum 95 persen dari taksiran nilai tambahan yang digadaikan. Sebaiknya sebelum melaksanakan gadai , tanya-tanya dulu ke petugasnya. Penulis sendiri tanya jawab sekitar 5 – 10 menitan lah sebelum karenanya memutuskan menggadaikan emas tersebut. Meskipun sebetulnya tambahan berharga itu sudah dibawa di kantong. Tapi , paling tidak itu untuk menutupi wajah kepepet. He..he..

Setelah pencairan , Anda akan diberikan surat bukti rahn (SBR) yang berisi rincian taksiran marhun dan marhun bih yang dicairkan oleh Pegadaian Syariah. Di keterangannya juga tertera tanggal kesepakatan serta tanggal jatuh tempo penebusan benda berharga yang digadaikan.

Tempo yang diberikan yaitu 120 hari (4 bulan). Jika lewat dari waktu tersebut dan Anda belum mampu menebus barang yang digadaikan , pihak Pegadaian akan melaksanakan lelang untuk melunasi atau menebus pinjaman yang telah diberikan. Namun , tetap masih ada solusi. Sebelum tanggal jatuh tempo Anda mampu melaksanakan perpanjangan untuk 120 hari berikutnya.

Di lembar SBR , kita sebagai pemilik marhun (rahin) akan menandatangani dua buah akad. Pertama yaitu kesepakatan rahn (gadai syariah) yang berisi perjanjian gadai syariah yang dilakukan antara pihak penggadai (rahin) dan Pegadaian Syariah. Kedua yaitu kesepakatan ijarah (sewa penyimpanan) yang berisi kesepakatan untuk menyewa daerah penyimpanan marhun milik rahin.

Tarif Sewa Penyimpanan Pegadaian Syariah

Golongan emas
Marhun bih 50.000 – 500.000 = 0 ,45% x taksiran
Marhun bih 500.001 – 20.000.000 = 0 ,71% x taksiran
Marhun bih 20.000.001 – 1.000.000.000 = 0 ,62% x taksiran

Golongan non-emas
Marhun bih 50.000 – 500.000 = 0 ,45% x taksiran
Marhun bih 500.001 – 20.000.000 = 0 ,72% x taksiran
Marhun bih 20.000.001 – 1.000.000.000 = 0 ,65% x taksiran

Tarif sewa penyimpanan di Pegadaian Syariah menyesuaikan dengan nilai marhun bih yang dicairkan ke Anda. Penulis sendiri untuk biaya sewa penyimpanan (ujaroh) sebesar Rp 57.500 per 10 hari dan biaya manajemen sebesar Rp 40.000 untuk setiap kali pembayaran angsuran atau pun penebusan emas tambahan yang digadaikan.

Dari struk yang diberikan tertera periode sewa daerah (ijaroh) per 10 hari sampai maksimum 120 hari. Biaya sewa per 10 hari berlaku kelipatan untuk 10 hari berikutnya. Makara misalnya biaya sewa 10 hari pertama sebesar Rp 57.500 , maka biaya sewa untuk 10 hari kedua (20 hari) sebesar Rp 115.000. begitu seterusnya sampai 120 hari.

Kalau ada dana sebetulnya menurut penulis lebih baik pribadi ditebus dibanding harus diangsur. Sebab , jikalau diangsur setiap kali pencetakan struk baru akan dikenakan biaya administrasi. Misalkan 120 hari diangsur 3 kali , maka biaya struk yang dikeluarkan sudah mencapai Rp 120 ribu jikalau menggunakan rujukan penulis. Lebih sering mengansur berarti biaya manajemen yang dibayarkan juga bertambah banyak. Tapi , itu tergantung pertimbangan masing-masing. Yang terpenting dana tebusannya sudah ada atau tidak. :)

Cara Menebus Barang yang Digadaikan di Pegadaian
Di surat bukti rahn (SBR) akan tercantum nomor SBR. Sekitar 16 digit. Biasanya petugasnya akan melingkari. Posisinya paling atas. Di lembar SBR tersebut petugas Pegadaian akan mencantumkan pula nomor telepon/SMS yang harus dihubungi oleh rahin sehari sebelum melaksanakan penebusan. Silakan beritahukan rencana penebusan tersebut dan cantumkan nomor SBR-nya. Tujuannya supaya barang yang sebelumnya tersimpan mampu disediakan ketika pengambilan.

Di lokasi penulis , SMS pada pagi hari siangnya barang yang digadaikan sudah mampu diambil.

Istilah Penyebutan di Pegadaian Syariah
Marhun = barang yang digadaikan
Marhun bih = besaran pinjaman yang diberikan dari barang yang digadaikan
Akad rahn = kesepakatan gadai syariah
Akad ijarah = kesepakatan sewa penyimpanan
Murtahin = akseptor gadai dalam hal ini PT Pegadaian
Rahin = pemilih marhun atau kuasa dari pemilik marhun
Mu’ajjir = pemberi sewa penyimpanan dalam hal ini PT Pegadaian
Musta’jir = penyewa atau kuasa dari marhun
Ujrah , ijaroh , ujaroh = sewa penyimpanan

Jangan lupa like ya , thanks :)
"