Rincian Modal Usaha Cuci Mobil Hidrolik dari Awal hingga Buka

"Jendela dunia |
Siapa sih yang tidak mengenal urusan ekonomi pencucian kendaraan beroda empat hidrolik? Tentu semua orang pernah menjumpainya. Usaha bidang otomotif ini sudah dijalani semenjak lama. Dan ketika ini urusan ekonomi cuci kendaraan beroda empat sistem hidrolik semakin populer. Hal itu tak terlepas dari keuntungan urusan ekonomi steam kendaraan beroda empat ini cukup besar. Berdasarkan pengamatan penulis di kota maupun desa , para pelanggan perjuangan cuci kendaraan beroda empat hidrolik lumayan besar. Kian hari bertambah banyak.

Analisa Usaha Cuci Mobil Hidrolik
Jumlah pengguna jasa cuci kendaraan beroda empat hidrolik bisa mengalahkan jumlah pengguna jasa cuci motor. Hal ini menandakan urusan ekonomi cuci kendaraan beroda empat hidrolik lebih menjanjikan ketimbang usaha cuci motor. Prospek cerah urusan ekonomi di bidang kebersihan kendaraan bermotor roda empat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Lalu yang menjadi pertanyaan yakni berapa modal perjuangan yang dibutuhkan dalam membuka perjuangan pencucian kendaraan beroda empat sistem hidrolik? Semua tergantung skala perjuangan , kelengkapan peralatan dan kemampuan anggaran yang dimiliki.

Usaha pencucian kendaraan beroda empat hidrolik sudah demam isu di Indonesia dan dunia. Banyak orang yang memulai perjuangan cuci kendaraan beroda empat dengan sangat menguntungkan. Jika anda hendak membuka urusan ekonomi pencucian kendaraan beroda empat ini diharapkan analisa perjuangan dan biaya dari perjuangan ini yang meliputi target pasar , rincian modal biaya yang dibutuhkan , dan pengetahuan dasar cara memulai urusan ekonomi cuci mobil.

Untuk meningkatkan keuntungan perjuangan cuci kendaraan beroda empat sistem hidrolik , sobat bisa membuka perjuangan komplemen yang masih berafiliasi dengan urusan ekonomi ini mirip perjuangan cuci motor salju , perjuangan jualan makanan dan minuman ringan , pom bensin mini pertamini , perjuangan jualan gas elpiji 3 kg pertamina , usaha bengkel mobil dan motor , urusan ekonomi jualan ban dan variasi kendaraan beroda empat dan lain sebagainya.

Kalau di luar negeri , perjuangan cuci kendaraan beroda empat disebut dengan nama carwash. Bisnis ini menjanjikan sekali untuk dijalankan ketika ini dan masa mendatang. Karena jumlah pengguna kendaraan beroda empat di Indonesia sekarang ini sangat banyak. Dan terus bertambah seiring lahirnya orang kaya baru di tanah air yang berusia muda dari urusan ekonomi internet yang dikombinasikan dengan urusan ekonomi offline.

Berdasarkan data statistik yang bersumber dari lembaga survey terpercaya , angka penjualan kendaraan beroda empat setiap tahun terus meningkat di Indonesia. Ini pangsa pasar yang besar sekali bagi urusan ekonomi pencucian kendaraan beroda empat sistem hidrolik. Penjualan kendaraan bermotor roda empat ini setiap hari mencapai ratusan mobil. Sehingga gerai perjuangan steam kendaraan beroda empat hidrolik dipenuhi dan dipadati para pelanggan.

Memulai urusan ekonomi steam kendaraan beroda empat tidaklah mudah. Diperlukan modal besar dalam membuka perjuangan cuci kendaraan beroda empat hidrolik. Dipastikan apabila anda membuka perjuangan pencucian kendaraan beroda empat hidrolik yang mampu berdiri diatas kaki sendiri , profesional dan waralaba maka akan menguntungkan semenjak buka pertama. Karena seruan sangat tinggi di masyarakat.

Modal perjuangan dalam buka perjuangan steam kendaraan beroda empat secara hidrolik bukan hanya problem modal yang besar tapi juga meliputi pengetahuan akan urusan ekonomi ini , memiliki keterampilan manajemen keuangan perjuangan , mempunyai standar kebersihan pencucian kendaraan beroda empat , mengetahui mesin kendaraan beroda empat dan lain sebagainya.

Jika anda ingin cepat dan mudah serta praktis dalam membuka dan menjalankan urusan ekonomi pencucian kendaraan beroda empat hidrolik maka anda bisa bergabung dengan franchise cuci kendaraan beroda empat hidrolik yang terkenal. Mitra urusan ekonomi hanya dikenakan biaya investasi dan menyediakan lokasi perjuangan di tempat strategis. Contohnya pinggir jalan yang ramai , dekat sentra keramaian orang , dekat sentra perkantoran , sekitar sentra pendidikan tinggi , dekat perumahan dll.

Paket waralaba perjuangan cuci kendaraan beroda empat hidrolik bervariasi. Anda bisa beli paket standar hingga paket komplit. Jika paket perjuangan pencucian kendaraan beroda empat secara hidrolik diambil maka biaya investasi lebih besar ketimbang paket biasa non hidrolik. Namun saran penulis , kalau anda mempunyai modal besar lebih baik membuka perjuangan steam kendaraan beroda empat secara hidrolik. Karena usaha cuci mobil ini lebih menguntungkan dan banyak peminatnya ketimbang non hidrolik.

Rincian Modal Usaha Cuci Mobil Hidrolik dari Awal hingga Buka
Untuk lebih lengkap , berikut ini rincian modal perjuangan cuci kendaraan beroda empat dari awal hingga buka , antara lain:

▪ Alat
Peralatan dan Perlengkapan Usaha Cuci Mobil yang meliputi kompresor portable listrik , shampo salju , mesin steam , semir ban , air gun , tabung salju , water gun , vacuum cleaner , selang spiral air , dan selang air biasa. Jika dikalkulasikan estimasi modal perjuangan membeli peralatan dan perlengkapan di atas sebesar Rp 14 juta.

▪ Mesin Hidrolik
Harga sekitar Rp 15 juta.

Rincian modal perjuangan cuci kendaraan beroda empat hidrolik dari awal hingga buka lainnya yakni merekrut karyawan yang jujur , lokasi perjuangan strategis di pinggir jalan yang ramai atau dekat sentra perbelanjaan dan rumah makan , dekat dengan supermarket , minimarket dan lain sebagainya.

Kisah Pengusaha Sukses Usaha Cuci Mobil Hidrolik
Salah seorang pria yang berhasil kaya raya dari urusan ekonomi steam kendaraan beroda empat sistem hidrolik yakni pria berjulukan lengkap Wibowo. Lelaki ganteng ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang keadaan ekonomi sangat terbatas. Ayahanda tercinta hanyalah petani biasa yang mengandalkan pendapatan dari pertanian sawah.

Sebagai pengelola sawah , ayahanda tecinta mencicipi masih sangat kekurangan dalam menunjukkan nafkah keluarga. Oleh alasannya itu , ayahandanya pun seringkali menjadi buruh tani bila ada orang yang mempercayai. 

Hidup dalam keadaan miskin , hal itu tak membuat Wibowo bersedih. Ia semenjak kecil sudah bertekad untuk mensejahterakan keluarga tercintanya walaupun keadaan yang sangat terbatas. Mengerti betul akan kondisi ayahanda tercinta , Wibowo mulai bekerja pada orang lain atau berjualan barang milik orang lain yang dipercayakan padanya demi menerima uang jajan dan uang saku. Ditengah masa kecilnya , Wibowo jarang bermain sebagaimana anak kecil lainnya. Tapi ia sudah bergulat dengan banyak sekali profesi dan pekerjaan.

Pada waktu kelas dua SD , ia sekolah di siang hari. Pada ketika pagi hari inilah , ia gunakan untuk berjualan daun jati dan daun pisang kepada para produsen makanan di desanya sebagai bungkus kuliner. Baginya ketika itu menerima uang dengan hasil keringat sendiri terasa senang. Oleh karena itu , ia meneruskan usahanya.

Selepas lulus dari sekolah dasar , dikarenakan tak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolah ke SMP , terpaksa pria yang dekat disapa Bowo ini putus sekolah. Cita-cita sekolah ke SMP sebagaimana teman-teman sekolahnya harus kandas di tengah jalan. Sebab kondisi orangtua yang miskin tak bisa membiayai sekolah tingginya. Oleh alasannya itu , setelah lulus SD ia benar-benar fokus bekerja untuk menerima uang banyak.

Pekerjaan pertama yang didapatnya sebagai kuli di perusahaan genteng di wilayahnya. Gaji yang ia dapatkan sekitar Rp 1500 / hari. Sebagai buruh harian dengan gaji kecil membuat Bowo mencari pekerjaan lain. Satu tahun kemudian ia memutuskan berhenti dari pekerjaan sebagai kuli genteng dan memutuskan jadi pemborong genteng. Pekerjaan tersebut sama mirip sebelumnya , masih menunjukkan penghasilan yang sangat kecil.

Suatu hari , teman-temannya yang berada di Jakarta yang bekerja sebagai kuli bangunan menceritakan kepadanya begitu gampang cari uang di Ibu Kota. Oleh alasannya itu , Bowo sangat tertarik. Pada tahun 1996 , ia pergi ke Kota Jakarta untuk merantau dan menerima uang sebanyak-banyaknya. Di kota ini ia bekerja sebagai kuli bangunan bersama sahabat-sahabat di desanya. Gaji yang ia peroleh lebih besar dari sebelumnya sekitar Rp 5.000 per hari.

Kejenuhan melanda Bowo. Pria ramah ini bosan dengan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Apalagi ia seringkali dimarahin oleh bos atau mandor. Belum lagi kerja di terik panas sinar matahari yang membuat kulitnya hitam legam. Bukan hanya itu , pekerjaannya merupakan pekerjaan berat yang menghabiskan banyak tenaga fisik.

Atas hal itulah ditambah pendapatannya yang tak bertambah membuat pria yang murah senyum ini melirik pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Secara tak sengaja , ia bertemu dengan sahabat lama yang berprofesi sebagai tukang ojeg. Penghasilan tukang ojeg lumayan besar dengan jam kerja bebas , tidak terikat dan tidak disuruh-suruh. Hal itu membuat Bowo memutuskan menjadi tukang ojeg di daerahnya pada tahun 1998.  

Pada waktu itu , Bowo tak memiliki sepeda motor. Oleh alasannya itu ,pria santai ini terpaksa menyewa sebuah sepeda motor kepada kenalannya dengan biaya Rp 6000 perhari. Pendapatan dari hasil ngojeg sekitar Rp 30 ribu perhari atau lebih besar ketimbang jadi kuli bangunan. Hal itu dirasakan betul oleh Bowo yang untung bersih perhari dari perjuangan ojeg sekitar Rp 20 ribu. Sehingga ia meneruskan profesi sebagai tukang ojeg di kampungnya.

Dalam waktu tiga tahun , ia bisa mempunyai sepeda motor atas nama sendiri berkat hasil menabung dari profesi sebagai tukang ojeg. Pada usia 20 tahun , ia menikahi seorang gadis berjulukan Marfungah. Suka cita dirasakannya. Namun setelah memulai biduk rumahtangga , ia menyadari kebutuhan hidup semakin besar dengan bertambahnya tanggungan hidup. Oleh alasannya itu , sambil bekerja sebagai tukang ojeg , pria ganteng ini membuka perjuangan penjualan handphone dan menjalani usaha sampingan lainnya.

Kerapkali Bowo disuruh oleh konsumen ojegnya untuk membeli barang-barang tertentu. Bahkan ia juga kerap disuruh untuk mencuci mobil. Semua pekerjaan sampingan tersebut dijalani secara lapang dada , sabar dan tabah. Terpikirlah bahwa konsumen ojegnya yang kebanyakan berasal dari apartemen itu membutuhkan jasa cuci mobil. Tanpa pikir panjang , ia mendatangi manajemen apartemen tersebut untuk meminta sebuah lahan kosong di parkiran sebagai tempat perjuangan cuci mobil. Setelah menerima persetujuan , Bowo pun membuka perjuangan cuci kendaraan beroda empat di tempat tersebut. Adapun modal perjuangan untuk membeli peralatan perjuangan cuci kendaraan beroda empat hidrolik diperolehnya dari hasil menjual sepeda motor miliknya dan hasil perjuangan ojeg.   

Usaha cuci kendaraan beroda empat ia kerjakan sendirian. Biaya cuci kendaraan beroda empat yang ditawarkan sekitar Rp 10 ribu. Harga yang terjangkau. Dalam sehari , dari urusan ekonomi cuci kendaraan beroda empat hidrolik pria supel ini bisa meraih untung bersih sekitar Rp 150 ribu. Lumayan sekali ketimbang perjuangan ngojeg , kuli genteng dan bangunan. Berjalan waktu , urusan ekonomi cuci mobilnya laris manis. Membuat ia mempekerjakan dua orang karyawan.

Tiba-tiba ia mencicipi ingin bekerja sebagai karyawan kantoran. Sebuah pekerjaan yang belum pernah ia lakoni. Setelah diterima kerja , ia pun bekerja di sebuah pabrik elektronik bagian marketing. Setelah menjalani pekerjaan di kantor sebagai sales membuat ia bosan. Ia pun memutuskan untuk kembali bergelut dalam urusan ekonomi pencucian kendaraan beroda empat hidrolik secara lebih fokus yang telah dijalankan oleh dua orang pegawai setianya.

Ia mengerti betul menyebarkan urusan ekonomi tidak cukup satu kalau bisa dua hingga tiga urusan ekonomi dijalani. Oleh karena itu , pria murah senyum ini membuka usaha jualan voucher pulsa dan urusan ekonomi lainnya. Namun semua urusan ekonomi yang dilakoninya gulung tikar atau rugi. Yang sukses yakni perjuangan steam mobil. Dikarenakan ia lebih fokus dan lebih senang dalam urusan ekonomi ini. Sebab keuntungan bersih yang didapatkan sangat tinggi.

Berjalan waktu , ia memperluas pangsa pasar dengan membuka lima cabang gerai perjuangan pencucian kendaraan beroda empat sistem hidrolik di banyak sekali apartemen di Jakarta. Kemudian ia membuka perjuangan cuci kendaraan beroda empat di pinggir jalan yang ramai. Usahanya meningkat pesat begitupula dengan keuntungan. Tak puas diri dengan kesuksesan urusan ekonomi cuci kendaraan beroda empat miliknya , Bowo membuka perjuangan penjualan tabung snowwash dan shampo yang dititipkan ke sejumlah pasar. Tak disangka para pembeli membludak apalagi didukung dengan penjualan secara online.
"